Sunday, 17 February 2019

Cara Mudah Menentukan Support & Resistance

Jika anda membaca rekomendasi saham dari sekuritas di koran ataupun media elektronik, seringkali ada kata-kata seperti ini, ‘IHSG pada hari ini kami perkirakan akan bergerak di kisaran 3,087 – 3,127.’ Nah, anda tentu sudah paham kalau angka yang terkecil yaitu 3,087, disebut titik support, sementara angka yang terbesar yaitu 3,127, disebut titik resistance. Lalu bagaimana cara analis sekuritas menentukan titik support dan resistance tersebut? Ternyata mudah. Andapun bisa melakukannya, bahkan hanya dalam hitungan detik.

Support dan resistance adalah istilah untuk menyebutkan ‘batas bawah’ dan ‘batas atas’. Kalau diterjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia, support berarti ‘dukungan’, sedangkan resistance berarti ‘perlawanan’. Jadi jika sebuah saham terus turun hingga menyentuh atau menembus garis support-nya, maka secara teknikal, saham tersebut mendapat dukungan untuk menguat kembali. Sebaliknya, jika sebuah saham terus naik hingga menyentuh atau menembus garis resistance-nya, maka saham tersebut mendapat perlawanan untuk melemah kembali.

Dalam analisis teknikal, batas bawah maupun atas sebenarnya tak lebih dari batas psikologis saja, dan bukan merupakan batas yang tidak bisa dilewati sama sekali. Jadi ketika dikatakan bahwa, ‘IHSG akan bergerak dikisaran 3,087 – 3,127’, maka itu bukan berarti IHSG tidak akan turun lebih rendah dari posisi 3,087, atau IHSG tidak akan naik lebih tinggi dari 3,127. Hanya memang, seperti yang sudah dijelaskan diatas, seandainya IHSG sempat turun lebih rendah dari 3,087, maka pada waktu-waktu berikutnya IHSG lebih cenderung untuk menguat. Demikian juga jika IHSG sempat naik hingga lebih tinggi dari 3,127, maka pada waktu-waktu berikutnya IHSG lebih cenderung untuk melemah, untuk kembali ke posisi diantara garis support dan resistance-nya.

Terdapat berbagai metode analisis teknikal untuk menentukan batas atas dan bawah. Diantaranya, dengan melihat titik tertinggi dan terendah dalam satu periode tertentu, deret fibonacci, hingga metode pivot. Semua metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, jadi tidak masalah kalau anda mau pakai yang manapun juga.

Cuman masalahnya, metode-metode diatas memiliki banyak rumus dan cukup njlimet ngitungnya (saya juga suka pusing sendiri), sehingga tidak bisa dikerjakan dalam waktu singkat, apalagi sampai hitungan detik. Jadi bagaimana? Nah, ada satu metode lagi yang biasa saya pakai, yang disebut dengan Bollinger Bands (kita singkat menjadi BB). Saya yakin sebagian dari anda sudah terbiasa menggunakan metode ini untuk menentukan support dan resistance, karena kemudahan penggunaan dan tingginya tingkat akurasi yang ditawarkannya. Namun mudah-mudahan artikel ini berguna bagi anda yang belum tahu.

Apa itu Bollinger Bands? BB sebenarnya merupakan pengembangan dari metode simple moving average atau SMA. (Untuk mempelajari SMA, baca disini http://teguhidx.blogspot.com/2010/05/moving-average.html). Metode ini ditemukan oleh Mr. John Bollinger pada tahun 1980-an. Simpelnya seperti ini:

Garis tengah BB: Adalah SMA itu sendiri, dengan periode waktu tertentu. Ambil contoh 20 hari.
Garis bawah BB yang menjadi support: SMA - rumus tertentu
Garis atas BB yang menjadi resistance: SMA + rumus tertentu.

Yang dimaksud dengan ‘rumus tertentu’ diatas adalah periode deviasi tertentu (biasanya periodenya 2) dikalikan standar deviasinya. Standar deviasi adalah rumus statistik untuk mengukur seberapa besar sebuah data dapat berubah-ubah (bervariasi) kedepannya. Karena kita tidak sedang belajar ilmu statistik disini, maka kita tidak akan membahasnya lebih jauh.

BB sangat powerful dalam menentukan support dan resistance, dalam artian setiap kali sebuah saham bergerak turun hingga menembus support atau bergerak naik hingga menembus resistance, maka selanjutnya saham tersebut akan ‘dipaksa’ untuk kembali ke posisinya semula. Berikut adalah contoh penggunaan BB dengan periode SMA 20 hari, diambil dari pola pergerakan IHSG dalam enam bulan terakhir (Sejak tanggal 25 Februari hingga 27 Agustus 2010). Klik gambar untuk memperbesar.


Perhatikan, terdapat empat garis disana. Garis biru adalah pergerakan IHSG, garis merah yang diatas adalah resistance, garis merah yang dibawah adalah support, dan garis hijau adalah garis SMA (boleh juga disebut garis tengah). Jika anda perhatikan gambarnya secara keseluruhan, maka akan tampak bahwa IHSG sangat jarang bergerak ke posisi diatas resistance, maupun dibawah support. Kalaupun itu terjadi (contohnya pada lingkaran no. 1), maka selanjutnya IHSG akan bergerak turun untuk kembali ke posisi diantara batas atas dan bawah.

Perhatikan lingkaran no. 2. Itu adalah posisi IHSG pada tanggal 7 Mei 2010, atau seminggu setelah koreksi bulan Mei dimulai. Ketika itu IHSG berada di posisi 2,739, turun cukup drastis dari posisi 30 April yaitu 2,971. Namun karena posisi tersebut sudah berada cukup jauh dibawah support, maka pada hari berikutnya IHSG langsung naik lagi, meski saat itu masih di bulan Mei (jadi kenaikannya bisa kita sebut sebagai kenaikan karena faktor teknikal).

Beberapa hari berikutnya, yaitu tanggal 19 Mei, IHSG kembali turun hingga ke posisi dibawah support-nya. Namun karena garis support-nya juga sedang dalam kondisi menurun, maka IHSG tidak serta merta menguat kembali. Barulah pada tanggal 25 Mei (lingkaran no. 3), garis support mulai berhenti turun, dan posisi IHSG ketika itu yaitu 2,514, sudah berada jauh dibawah garis support tersebut. Selanjutnya dapat ditebak: Koreksi bulan Mei sudah selesai, dan pada hari perdagangan berikutnya yaitu 26 Mei, IHSG langsung melejit dan mantap ditutup di posisi 2,697, dan terus naik hingga ke posisi sekarang.

BEI adalah salah satu bursa saham paling optimis di dunia. Itu sebabnya kalau dalam kondisi normal, pergerakan IHSG hampir selalu mendekati garis batas atasnya. IHSG bahkan jarang berada dibawah garis tengah, dimana setiap kali IHSG mendekati garis tengah, maka berikutnya akan langsung menguat. (perhatikan lingkaran no. 4, 5, dan 6). Nah, dengan demikian anda sekarang sudah bisa memprediksi pergerakan IHSG tanpa perlu lagi memperhatikan ulasan di koran maupun internet, dengan akurasi prediksi yang lumayan, hanya dengan menggunakan BB (bukan Blackberry lho).

Itu penggunaan BB untuk melihat support dan resistance-nya IHSG. Lalu apa manfaat BB ini dalam hal untuk memprediksi pergerakan harga saham?

Jadi begini (dan ini adalah inti dari artikel ini). Saya terbiasa menggunakan BB untuk memperhatikan saham-saham yang sedang turun, untuk melihat apakah penurunan yang terjadi sudah maksimal atau belum. Sebab jika sebuah saham turunnya sudah mentok, maka logikanya saham tersebut selanjutnya bakal naik kembali bukan? Sehingga itu bisa menjadi kesempatan untuk buy on weakness.

Masih ingat beberapa hari lalu ketika Bumi Resources (BUMI) tiba-tiba turun drastis? Pada pertengahan Juni hingga pertengahan Agustus, BUMI masih stabil di 1,600 – 1,700. Namun pada tanggal 12 Agustus, BUMI tiba-tiba turun ke 1,580. Dan terus turun hingga menyentuh 1,290 pada 19 Agustus. Setelah itu, tiba-tiba saja BUMI menanjak kembali dan kembali mantap di posisi 1,670 hanya dalam dua hari perdagangan. Kira-kira apa penyebab kenaikan tiba-tiba tersebut? Mungkin gambar berikut bisa menjelaskannya. (click to enlarge)


Gambar diatas adalah grafik pergerakan saham BUMI dalam sebulan terakhir (30 Juli – 27 Agustus 2010). Perhatikan, posisi BUMI pada 19 Agustus yaitu 1,290 (lingkaran no. 2), sudah terlalu jauh dibawah batas bawahnya (dan garis penurunannya juga sudah sangat curam). Alhasil, hanya dalam dua hari perdagangan berikutnya, BUMI langsung kembali ke posisi 1,670. Itu berarti gain hampir 30% hanya dalam dua hari!

Sebenarnya, BUMI sudah mulai menarik perhatian pada 12 Agustus, ketika harganya 1,580 (lingkaran no. 1), karena posisinya ketika itu sudah dibawah support. Namun karena berbagai pertimbangan: 1. Jaraknya belum terlalu jauh, 2. Dalam beberapa waktu sebelumnya BUMI memang hampir selalu berada di posisi yang dekat dengan suppoort-nya, 3. Penurunan yang dialami BUMI lebih disebabkan oleh penurunan B7 secara keseluruhan, dan 4. Sektor batubara sendiri dalam kondisi nggak bagus, setelah beberapa perusahaan batubara mencatat penurunan kinerja pada 1H10, maka pada saat itu BUMI tidak direkomendasikan meski teknikalnya menunjukkan demikian. Barulah setelah BUMI terus turun hingga menyentuh posisi 1,290, yang sudah jauh dibawah supportnya, BUMI mendapat buy recommended.

Anda bisa cek saham-saham lainnya, hampir semuanya memiliki kecenderungan yang sama (bergerak menguat jika sudah turun jauh dibawah support-nya), terutama jika sahamnya likuid. Perbedaannya biasanya terletak di berapa persen penguatannya: ada yang melejit seperti BUMI diatas, dan ada juga yang cuma naik 1 atau 2%.

Seperti simple moving average, saya juga terbiasa menggunakan BB hanya sebagai alat bantu dalam menentukan apakah sebuah saham akan naik atau tidak, untuk lebih menguatkan kesimpulan yang sudah dibuat sebelumnya. Namun bagi anda para spekulan pemburu saham jeblok, BB ini bisa menjadi tool yang sangat penting.

Lantas bagaimana cara untuk melihat garis Bollinger Bands ini?

Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, anda bisa melihatnya hanya dalam hitungan detik, karena Yahoo Finance menyediakan fasilitas untuk menghitungnya secara otomatis. Ketika anda sedang melihat grafik pergerakan sebuah saham di Yahoo Finance, anda klik tab ‘Technical Indicators’ yang berada diatas grafik, lalu klik ‘Bollinger Bands’. Biarkan period dan deviation-nya dalam posisi default (20 dan 2), lalu klik ‘Draw’. Nanti garis merahnya akan nongol. Kalau anda ingin melihatnya untuk jangka pendek, maka periodnya bisa diganti dengan angka yang lebih kecil, misalnya 12, 8, atau 5.

Di artikel minggu depan, kita akan membahas tentang tips membeli saham IPO. Well, sebenarnya bukan tips sih, tapi hanya sedikit masukan saja biar anda nggak salah pilih dalam membeli saham-saham anyar di bursa. Soalnya dalam beberapa bulan kedepan, sepertinya BEI bakalan diserbu oleh banyak saham pendatang baru.

https://www.teguhhidayat.com/2010/08/cara-mudah-menentukan-support.html

Mengenal "Support" dan "Resistance" dalam Analisis Teknikal Saham

Dalam analisis teknikal saham, seringkali disebut suport dan resisten. Apa maksud istilah tersebut dan hubungannya dengan harga saham?
Analis saham Ellen May dalam akun resmi twitter-nya menyatakan jika Anda membayangkan sebuah ruangan, maka suport diibaratkan sebuah alas, sementara resisten ibarat langit-langit atau atap. "Harga saham itu ibarat bola dalam ruangan tersebut," kata Ellen dalam tweet-nya, Sabtu (26/12).
Ellen menjelaskan, ketika bola jatuh mengenai alas/lantai, maka akan memantul. Begitu pula dengan harga saham ketika kena suport, biasanya memantul dan bisa dimanfaatkan untuk buy. Namun terkadang suport juga bisa ditembus. Harga yang turun menembus area suport disebut breakdown. Dengan kata lain, breakdown ibarat bola jatuh menembus lantai/alas. Dampaknya, lantai yang ditembus tadi akan berubah menjadi atap pada saat itu. "Demikian pula dengan suport. Ketika suport ditembus harga ke bawah, maka ia akan berubah menjadi resisten baru," kata kata wanita penulis buku “Smart Trader Rich Investor: THE BABY STEPS” ini.
Sememntara resisten adalah ketika bola dilempar terkena atap/langit-langit biasanya akan terjadi pantulan ke bawah. Oleh karena itu, area resisten perlu diwaspadai karena sering terjadi aksi jual/profit taking.Namun jika naik menjebol resisten, maka terjadi breakout dimama harga cenderung menguat. Breakout harus disertai dengan melonjaknya volume transaksi saham. Oleh karena itu, selain buy on weakness/buy pada suport, trader juga bisa beli saham dengan cara beli saat breakout.
Melonjaknya volume transaksi dan terjadinya breakout ataupun breakdown dapat dilihat melalui grafik saham. Pada masa tren naik, seringkali terjadi breakout sehingga strategi yang cocok digunakan adalah buy on breakout. Sementara pada masa tren turun, biasanya terjadi pantulan ketika harga menyentuh area suport kuat. "Oleh karena itu pada masa tren turun seperti saat ini lebih baik gunakan strategi buy on suport daripada buy on breakout," kata Ellen.

https://www.beritasatu.com/edukasi/335680-mengenal-support-dan-resistence-dalam-analisis-teknikal-saham.html

Apa Perlunya Resistance dan Support?

Ketika membaca atau mendengar ulasan tentang pergerakan harga saham, istilah resistance dan support pasti akan berkali-kali muncul. Buat awam atau pemain saham pemula, istilah tersebut bisa membingungkan. Alih-alih mengerti, istilah resistance dan support malah menjadi penghambat untuk memahami isi ulasan tersebut. Padahal sejatinya, titik resistance dan support adalah alat bantu analisa untuk memutuskan apakah menjual atau membeli saham, bila tak ingin dipusingkan dengan grafik dan alat analisa lain yang lebih rumit.
Support dan Resistance Level
Support adalah garis pada grafik pergerakan harga saham - ditampilkan sebagai garis lurus horisontal atau agak miring - yang menunjukkan batas harga saham ketika tidak bisa turun lebih rendah lagi. Support dapat juga diartikan sebagai "batas bawah" harga saham yang tidak dapat ditembus para trader dalam periode tertentu. Garis support kerap digunakan para pemain saham untuk mulai membeli saham-saham yang sudah menyentuh garis tersebut. Keputusan beli itu, dengan anggapan bahwa harga saham tersebut tidak akan turun lebih rendah lagi, dan akan naik kembali.
Jika support dianggap sebagai batas bawah harga saham, maka resistance adalah batas atasnya. Resistance adalah garis - mendatar atau agak miring - pada grafik pergerakan harga saham yang umumnya menjadi acuan para pembeli untuk tidak membeli saham yang harganya sudah hampir menyentuh garis resistance. "Siapa mau membeli saham saat sudah mencapai harga termahalnya, dan para pemegang saham mulai menjual untuk ambil untung sehingga harga saham tertekan turun?" tulis Andrew Horowitz, konsultan ahli www.quickanddirtytips.com.
Support dan resistance menjadi penting, karena investor dapat berusaha menangguk untung dengan mencari saham-saham yang harganya mendekati titik support dan menjualnya ketika mendekati resistance. Mereka dapat membeli kembali saham-saham tersebut saat harga saham kembali turun ke support level.
Garis support dan resistance diperoleh dengan menarik garis lurus yang melalui/mendekati titik-titik ketika harga saham mencapai titik terendah, dan tertinggi yang menunjukkan tren pergerakan harga saham tersebut. Dengan memperhatikan garis tren support dan resistance dapat diperoleh titik harga penting pada masa lalu yang dapat digunakan untuk memperkirakan arah gerakan harga saham kelak.
Harga saham bisa menembus resistance atau support
Jika terjadi aksi beli saat harga saham mendekati resistance maka harga saham akan terus terdorong ke atas, sehingga menembus resistance level. Ini berarti terjadi dinamika pasar - terutama bila ada informasi penting terkait dengan saham tersebut - yang mengubah supply dan demand saham tersebut. Sebagian besar pemain saham akan menandai kondisi tersebut sebagai sinyal untuk kembali melakukan pembelian, karena ada kecenderungan harga akan terus naik hingga mencapai titik resistance yang baru.
Hal serupa juga dapat terjadi pada level support, dimana aksi jual terus terjadi sehingga menembus batas bawah tren harga saham. Pada kondisi tersebut, pemilik saham cenderung mendapat tekanan jual rugi (cut loss) untuk memperkecil kerugian akibat harga saham yang dimilikinya terus melorot.
Menjadi investor pemenang
Namun tetap perlu diingat bahwa support dan resistance bukanlah sinyal ajaib, yang otomatis akan menggiring investor untuk membeli atau menjual saham. Keduanya dapat berkarakter seperti gelas mudah pecah karena tekanan yang besar, atau seperti lapisan plastik yang lentur. Bila tekanan beli atau jual tidak terlalu besar, meskipun titik support atau resistance dapat terlampaui namun harga saham akan segera kembali ke dalam rentang support dan resistance yang semula.
Oleh karena itu, untuk menjadi investor pemenang, kita perlu memperhatikan grafik pergerakan harga saham harian dan mingguan sebagai referensi sebelum mengambil keputusan. Namun perlu dipahami bahwa support dan resistance hanyalah salah satu alat analisa sederhana untuk memprediksi pergerakan harga saham. Perlu lebih banyak refrensi dan analisa untuk memastikan agar keputusan yang diambil benar-benar tepat .

https://www.indopremier.com/ipotnews/newsDetail.php?jdl=Apa_Perlunya_Resistance_dan_Support_&news_id=232&group_news=IPOTNEWS&news_date=&taging_subtype=FINANCIALPLANNINGEDUCATION&name=&search=&q=&halaman=

Apakah yang dimaksud Support dan Resistance

Apakah yang dimaksud Support dan Resistance dalam perdagangan saham?Bagaimana cara menentukannya? Bagaimana cara menggunakannya dalam bertransaksi saham? Finansialku akan membahas mengenai support dan resistance dalam grafik perdagangan saham.

Rubrik Finansialku
Rubrik Finansialku Learn and Invest

Support dan Resistance Dalam Trading Saham

Konsep support dan resistance merupakan dua atribut yang paling banyak dibahas dalam analisis. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada tingkat harga tertentu yang mencegah atau menjaga agar harga tidak terdorong ke arah tertentu.
Kebanyakan trader berpengalaman dapat menceritakan tentang bagaimana tingkat harga tertentu cenderung untuk mencegah para trader mendorong harga ke arah tertentu.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 01 - Finansialku

Support adalah tingkat atau area harga tertentu yang dapat diyakini sebagai titik terendah pada suatu masa, dimana seakan-akan tingkat harga ini menjaga supaya harga tidak jatuh lebih dalam.
Saat menyentuh support, harga seperti memantul kembali ke atas. Jika support ini tertembus (breakdown), maka harga akan turun ke bawah hingga menemukan titiksupport baru.
Sedangkan Resistance adalah kebalikan dari supportResistance adalah tingkat atau area harga tertentu yang diyakini sebagai titik atau area tertinggi pada suatu masa, dimana aksi jual cukup besar sehingga menghambat harga bergerak naik.
Biasanya harga akan turun setelah menyentuh harga resistance. Jika resistance tembus (breakout), harga akan naik hingga resistance berikutnya.

Analogi Support dan Resistance

Di dalam perdagangan di pasar modal, biasanya terjadi pertempuran antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Hal-hal yang secara psikologis mempengaruhi besarnya permintaan dan penawaran pada harga tertentu inilah yang membentuksupport atau resistance pada tingkat harga tertentu.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 02 - Finansialku

Konsep support dan resistance ini pun tanpa kita sadari juga sebenarnya kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya Anda mengetahui suatu barang (misalnya tiket), dalam sehari-harinya dijual seharga Rp500, dan suatu saat harganya turun hingga Rp300. Namun keesokannya harga kembali naik ke Rp500, maka Anda berpikir bahwa Rp300 adalah harga terbaik yang mungkin Anda bisa beli.
Karenanya batas Rp300 ini menjadi titik support yang menjaga harga tidak turun karena secara psikologis banyak peminatnya. Support juga dianggap sebagai lantai karena tingkat harga ini mencegah pasar menggerakkan harga ke bawah.
Begitu pula dengan resistance, jika Anda mendapati memegang suatu barang (misalnya cabe), harganya naik pada suatu tingkat harga tertentu, namun gagal menembus misalnya Rp600.
Anda sebagai pedagang mengharapkan harganya makin naik, namun ternyata harga tidak bisa lebih naik lagi karena kekuatan pasarnya tidak cukup.
Anda akan berpikir bahwa Rp600 adalah harga terbaik bagi Anda untuk menjual stok barang Anda. Karenanya batas Rp600 ini menjadi titik resistance yang mencegah harga untuk naik karena secara psikologis banyak yang ingin menjual di harga itu.
Resistance juga dianggap sebagai langit-langit karena tingkat harga ini mencegah pasar menggerakkan harga ke atas.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 03 - Finansialku

Menentukan Support & Resistance

Support dan Resistance adalah salah satu cara trading yang relatif mudah dalam penerapannya, meskipun demikian, support dan resistance adalah salah satu cara terbaik dalam membaca arah pergerakan harga saham.
Pada pembahasan kali ini, akan dijelaskan juga mengenai cara menentukan Support danResistance.
Ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam menentukan harga Support danResistance untuk perdagangan saham, metode-metode tersebut antara lain:

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg


#1 Menarik Garis Secara Manual
Ada sebuah cara sederhana untuk menentukan support dan resistance, yaitu dengan menerapkan langkah-langkah berikut:
  1. Cari history pergerakan harga saham pada suatu waktu tertentu.
  2. Cari titik tertinggi dan terendah dari pergerakan harga tersebut.
  3. Tarik garis horizontal pada titik tertinggi dan terendah tersebut.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 04 - Finansialku

Cara manual ini adalah salah satu cara menentukan support dan resistance termudah dan berguna untuk menentukan arah harga pada masa yang akan datang.
Support dan resistance tidak melulu harus menggunakan garis mendatar, bisa juga ditarik garis miring yang diagonal membentuk garis trendline (upward/downward).
Untuk membentuk garis ini dapat dilakukan dengan cara:
  1. Cari 2 atau lebih titik tertinggi dan terendah.
  2. Hubungkan 2 titik tertinggi atau terendah tersebut.
  3. Perpanjang garis tersebut.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 05 - Finansialku

Dengan menarik garis tersebut, maka corong harga akan terbentuk, garis yang atas berfungsi sebagai resistance, dan garis yang bawah akan menjadi support.

#2 Menggunakan Angka Bulat
Salah satu jenis support dan resistance yang cenderung terlihat adalah di angka bulat. Angka bulat seperti Rp50, Rp100, Rp200, Rp500, Rp1.000, dan sebagainya cenderung menjadi penting dalam level support dan resistance karena mereka sering mewakili titik balik psikologis dimana banyak trader akan membuat keputusan beli atau jual. 
Pembeli akan sering membeli dalam jumlah besar saham setelah harga mulai jatuh ke angka bulat besar seperti Rp500, yang membuatnya lebih sulit bagi saham jatuh lebih ke bawah.
Di sisi lain, penjual mulai menjual saham ketika bergerak menuju puncak angka bulat, sehingga sulit untuk bergerak melewati angka ini juga.
Hal ini meningkatkan tekanan membeli dan menjual. Hal inilah yang membuat angka bulat penting dalam penerapan support dan resistance, dan dalam banyak kasus, juga menyangkut poin psikologi pasar juga.

#3 Menggunakan Moving Average
Kebanyakan trader teknikal menggabungkan kekuatan berbagai indikator teknikal, seperti moving average, untuk membantu dalam memprediksi momentum jangka pendek di masa depan.
Moving average ini pun memiliki untuk mengidentifikasi tingkat support dan resistance, seperti yang dapat Anda lihat dari grafik di bawah ini.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 06 - Finansialku

Moving average adalah garis yang terus berubah yang menampilkan dan menghitung data pergerakan harga masa lalu.
Garis yang terbentuk pada moving average juga dapat dipakai untuk mengidentifikasisupport dan resistance.
Perhatikan gambar di atas, harga saham yang mulai jatuh mendekati moving averagedapat memantul ke atas, seolah ada support yang mencegahnya untuk turun.
Namun ketika harga berada di bawah moving average, garis ini bertindak sebagairesistance.

#4 Menggunakan Pivot Point
Pivot point adalah salah satu cara untuk menentukan support dan resistance dengan menggunakan rumus perhitungan tertentu. Rumus perhitungan pivot point dapat melihatsupport dan resistance hingga 3 lapis:
  1. Resistance 3 – (R3) = H + 2 x (P – L)
  2. Resistance 2 – (R2) = P + (R1 – S1) atau P + (H – L)
  3. Resistance 1 – (R1) = (P x 2) – L
  4. Pivot Point – (P) = (H + L + C) / 3
  5. Support 1 – (S1) = (P x 2) – H
  6. Support 2 – (S2) = P – (R1 – S1) atau P – (H – L)
  7. Support 3 – (S3) = L – 2 x (H – P)

Keterangan dari rumus tersebut adalah sebagai berikut:
  1. = Resistance
  2. S = Support
  3. P = Pivot Point
  4. O = Open (Harga pembukaan hari ini)
  5. H = High (Harga tertinggi hari sebelumnya)
  6. L = Low (Harga terendah hari sebelumnya)
  7. C = Close (Harga penutupan hari sebelumnya)

Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 07 - Finansialku

Nilai yang dimasukkan dalam perhitungan pivot point adalah nilai dari harga hari sebelumnya. Misalnya bila ingin menghitung pivot besok, maka data harga pada hari ini yang dimasukkan. Bila keesokan harinya:
  1. Harga dibuka di atas P atau R1, maka dapat dikatakan market Kemungkinan akan melanjutkan kenaikan bila sedang tren naik. Kemungkinan untuk pembalikan arah bila tren sedang turun.
  2. Harga dibuka di bawah P atau S1, maka dikatakan market sedang lemah. Kemungkinan akan melanjutkan penurunan bila sedang trend turun. Kemungkinan untuk pembalikan arah bila tren sedang naik.
  3. Harga dibuka di atas R1 menuju R2 dan seterusnya, dalam keadaan tren naik, maka harga dapat dikatakan dibuka terlalu mahal dan kemungkinan akan mengalami koreksi untuk bisa melanjutkan kenaikan. Dalam tren turun, menjadi tanda awal pembalikan arah.
  4. Harga dibuka di bawah S1 menuju S2 dan seterusnya, dalam keadaan tren turun, maka harga dapat dikatakan dibuka terlalu murah dan kemungkinan akan mengalami kenaikan sebelum melanjutkan penurunan. Dalam tren naik, menjadi tanda awal pembalikan arah.
Iklan Banner Online Course Value Investing - Finansialku 728 x 168
#5 Menggunakan Fibonacci Retracements
Garis Fibonacci adalah garis yang dibentuk dengan mengikuti aturan Fibonacci. Garis yang dibentuk dari Fibonacci membentuk titik support dan resistance harga saham. Cara menarik Fibonacci yaitu:
  1. Tentukan titik tertinggi dan titik terendah pada suatu periode.
  2. Hubungkan antara titik tertinggi dan terendah.
  3. Tentukan jarak antara kedua titik tersebut dan hitung posisi 0%, 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, 78,6%, dan 100%-nya.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 08 - Finansialku

Dalam penarikan titik tertinggi ke titik terendah, didapatlah garis-garis yang didapat dapat berfungsi sebagai support dan resistance, dan dengan Fibonacci, maka kita dapat melihat peluang kenaikan dan penurunan harga pada masa yang akan datang.
Bila garis Fibonacci berada di bawah harga, maka berfungsi sebagai support, dan bila ada di atas harga, maka berfungsi sebagai resistance.

#6 Menggunakan Gap/Celah Harga
Untuk menentukan area support dan resistance, juga bisa dengan menggunakan gap pada grafik candlestick yang pernah terjadi. Gap sendiri merupakan posisi harga yang melompat sehingga terjadi sebuah celah antara harga penutupan sebelumnya dengan harga pembukaan hari setelahnya.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 09 - Finansialku

Gap akan menjadi sebuah tanda yang menentukan sebuah pergerakan harga akan menjadi kenaikan atau penurunan yang berkelanjutan, atau pembalikan dari tren sebelumnya.
Oleh karena itu, gap juga digolongkan sebagai indikator support dan resistance.
Sebuah gap biasanya akan ditutup oleh candlestick berikutnya, dan area gap akan berfungsi sebagai area support atau resistance.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 10 - Finansialku

#7 Menggunakan Bid & Offer Volume
Support dan resistance juga dapat dilihat pada jumlah bid dan offer pada papan harga harian. Ada 2 sisi yang menggerakkan harga saham, yaitu Bid dan Offer.
Bid berisi harga saham yang diminta oleh pembeli dan Bid Volume adalah jumlah lot saham yang diminta pada harga tertentu. Sementara Offer adalah harga saham yang ditawar oleh penjual dan Offer Volume adalah jumlah lot saham yang ditawar pada harga tertentu.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 11 - Finansialku

Pada gambar di atas dapat kita lihat tampilan harga beserta banyaknya permintaan dan penawaran yang dipesan oleh para anggota bursa. Pada menu tersebut, ada beberapa keterangan
  1. Bid: Permintaan harga yang dipesan oleh pembeli.
  2. Bid Volume: Jumlah permintaan dalam satuan lot pada harga tertentu oleh pihak pembeli.
  3. Offer: Penawaran harga yang dipesan oleh penjual.
  4. Offer Volume: Jumlah penawaran dalam satuan lot pada harga tertentu oleh pihak penjual.
  5. Open: Harga pembukaan pada hari perdagangan terakhir.
  6. Low: Harga terendah pada hari perdagangan terakhir.
  7. High: Harga tertinggi pada hari perdagangan terakhir.

Pada gambar di atas terlihat tiap harga yang ada, jumlah lot yang dipasang dalam permintaan dan penawaran tidaklah sama banyak.
Terlihat pada harga Rp1.165 memiliki jumlah bid yang signifikan, sehingga dapat diasumsikan bahwa harga tersebut adalah titik support.
Selain itu terlihat pada gambar, pada harga Rp1.200 terdapat jumlah offer yang signifikan, sehingga dapat diasumsikan bahwa harga tersebut adalah titik resistance.

Menggunakan Support & Resistance

Support dan resistance merupakan indikator penting dalam trading saham, terutama untuk menentukan titik take-profit dan stop-loss.
Selain itu support dan resistance juga bisa untuk menentukan kapan membeli. Supportdan resistance merupakan level psikologis para pelaku pasar dalam mengambil keputusan untuk membeli atau menjual instrumen investasi mereka.

#1 Menentukan Titik Harga Beli
Seringkali dalam aktivitas tradingsupport dan resistance sangat menentukan pengambilan keputusan.
Support dan resistance yang dipadu dengan analisis teknikal dapat membantu kita menentukan harga beli dan jual. Ada 2 kondisi di mana Anda bisa membeli suatu saham bila Anda mengikuti teori Support dan Resistance, yaitu:

Beli bila harga memantul dari Support (Buy on Support).
Bila harga memantul dari titik support, maka ada kemungkinan harga saham akan melanjutkan tren kenaikannya.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 12 - Finansialku

Beli bila harga menembus Resistance (Buy on Breakout)
Bila harga saham menembus batas resistance, maka menandakan adanya tren kenaikan yang sangat kuat.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 13 - Finansialku

#2 Menentukan Titik Harga Jual
Selain menentukan waktu untuk beli, support dan resistance juga berfungsi untuk menentukan waktu untuk menjual saham. Ada 2 kondisi pula di mana Anda bisa menjual saham Anda, yaitu:

Jual bila harga memantul dari Resistance (Sell on Resistance)
Bila harga terlempar dari resistance, maka ada kemungkinan harga saham akan cenderung menurun. Aksi jual pada waktu ini disebut Take-Profit.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 14 - Finansialku

Jual bila harga menembus Support (Sell on Breakdown)
Bila harga saham menembus support, maka menandakan adanya tren penurunan yang sangat kuat. Aksi jual ada waktu ini disebut Cut-Loss.
Mengenal Support dan Resistance Dalam Grafik Perdagangan Saham 15 - Finansialku

Perlu diperhatikan bahwa level support dan resistance ini tidaklah kaku, dalam arti, misalnya level support harus ada di Angka A misanya.
Jika kita beranggapan bahwa angka ini selalu tetap, maka kita akan sering terkecoh. Angka area support dan resistance mungkin dapat bergeser sedikit dari yang digariskan, namun bukan berarti tidak ada support atau resistance.
https://www.finansialku.com/mengenal-support-dan-resistance-dalam-grafik-perdagangan-saham/